PENELITIAN TENTANG MADU

Beberapa Pendapat Dan Hasil Penelitian Tentang Madu

Hipocrates (Ahli Fisika): ” Menggunakan madu murni untuk pengobatan radang tenggorokan dan sariawan. Ia minum madu hingga di penghujung usianya, 107 tahun.”

Avicena(Ibnu Sina): “ Jika ingin awet muda, segar & bugar walau usia tua, minumlah madu secara rutin “

Dioscorides: madu murni sangat mujarab bagi penyakit usus dan infeksi.

Atlet Romawi dan Yunani kuno minum madu sebelum dan sesudah bertanding untuk meningkatkan stamina dan memelihara kesehatanya.

Phytagoras (Bapak Ilmu Pasti): ” Menyatakan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya karena dapat mcncapai umur 90 tahun berkat selalu minum madu. “

Hasil riset Pensylvania State University : Madu terbukti efektif menyembuhkan batuk pada anak-anak dan membantu mereka tidur nyenyak. Lebih baik dari obat batuk yang mengandung dextromethorpan.

Majalah Pharmacorles (2001) : Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu dengan konsentrasi 20% mampu melemahkan baktery philory, bakteri penyebab infeksi lambung.
Dr. Nada Orsolic dari University of Zagreb – Croatia : Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa madu & royal jelly dapat menghentikan perkembangan & penyebaran tumor.

National Honey Board (2005) : Madu kaya akan anti oxidant.

Rumah Sakit Anak, Bonn – Jerman : luka lebih cepat sembuh diterapi dengan madu dibanding dengan yodium, antibiotik dan salep.

Prof. Nicolai Vasilleivich Tsitsin – Rusia : melakukan penelitian pada warga Rusia usia 100 tahun keatas. Lebih dari 200 responden yang diteliti ternyata semuanya minum madu & memelihara lebah.

Prof Amoln dalam majalah Dentgen : madu berperan penting dalam pengobatan penyakit gusi, sariawan dan gangguan mulut lainnya.

Dr. FG. Winarno : madu berfungsi sebagai tonikum bagi jantung. Otot-otot jantung bekerja tanpa henti, sehingga selalu membutuhkan glukosa untuk mengganti energy yang hilang.

Buku pertama tentang madu dalam bahasa Inggris ditulis oleh Dr. John Hill pada tahun 1759 dengan judul: “ The Virtues of Honey in Preventing many of the worst Disorders and the Certain Cure of Several others..”. Ia mengatakan : “ Kecilnya penghargaan orang terhadap kekayaan nilai medis madu adalah pengabaian yang umum terjadi……..atas berbagai alasan kita mencari obat ke berbagai ujung dunia, melalui cara yang sulit & keras guna penyembuhan beberapa penyakit. Sebenarnya kita tidak perlu mengalami kesulitan itu, sekiranya kita mau memanfaatkan apa yang Lebah kumpulkan di depan pintu kita “

Para peneliti dari Puslitbang Bogor mengungkapkan : anak-anak yang mengkonsumsi madu setiap hari lebih jarang terserang demam & pilek, serta meningkatkan nafsu makannya. Hal ini disebabkan madu merupakan makanan yang mengandung aneka gizi seperti asam amino, karbohidrat, vitamin (B, C & E), mineral ( Kalium, natrium, zat besi dll) dan terkandung senyawa yang bersifat membunuh bakteri.

Dr. Muhammad Salim Khan M.D (M.A.), D.O. lahir dibarat laut wilayah perbatasan Pakistan, memiliki otoritas International Islaamic obat dan pengobatan alternatif. Dia adalah pendiri-direktur dari institut Mohsin – Leicester, sebuah organisasi yang ditunjuk untuk latihan, pengajaran dan penelitian tentang pengobatan alternatif. Dia mengatakan bahwa ; ” madu adalah alami, pra makanan yang dicerna bila diberikan dapat segera berasimilasi ke dalam aliran darah anak-anak yang menyediakan sejumlah vitamin, mineral dan energi. Madu ini sangatlah aman sehingga dapat digunakan dari saat kelahiran sampai seterusnya untuk bayi yaitu sebagai makanan dan obat-obatan. Ada ratusan penelitian di seluruh dunia menegaskan manfaat madu sebagai makanan dan obat-obatan untuk bayi dan anak-anak.”

Dr. Milton yang melakukan penelitian mengatakan bahwa: “setengah sendok makan madu yang diambil dalam satu gelas air dan ditaburi bubuk kayu manis dapat meningkatkan vitalitas tubuh dalam seminggu.”

Penelitian di Universitas Copenhagen, ditemukan bahwa : ketika para dokter memperlakukan pasien dengan campuran satu sendok madu dan setengah sendok teh bubuk kayu manis sebelum sarapan, mereka menemukan bahwa dalam satu minggu dari 200 orang hanya 73 pasien yang benar-benar terhindar dari rasa sakit dan selama satu bulan sebagian besar semua pasien yang tidak dapat berjalan atau bergerak karena arthritis sekarang mulai dapat berjalan tanpa rasa sakit.

Dr. Dixon dalam majalah Dis Lancet Infect pada bulan Februari 2003, “menegaskan adanya kekuatan besar dalam madu yang mampu mengalahkan bakteri dimana bakteri-bakteri tersebut tidak mampu bertahan hidup dalam madu. Dianjurkan untuk menggunakan madu dalam mengobati berbagai jenis luka termasuk luka bakar.”
Prof. Amoln dalam majalah Dentgen di bulan Desember 2001, menegaskan bahwa madu bias mempunyai peranan penting dalam pengobatan penyakit-penyakit gusi, sariawan serta berbagai gangguan mulut lainnya, hal ini disebabkan madu memiliki spesifikasi anti-bakteri.

Dr. Jennifer Eddy dari Fakultas Kedokteran Universitas Wisconsin : “menganjurkan untuk menggunakan madu lebah sebagai obat yang dioleskan ditempat yang luka. Dia juga menekankan keharusan mendahulukan pengobatan dengan madu karena ini bukan perkara mudah.

source : https://rumahmadujogja.wordpress.com/

2 Februari 2015

_PRINT

Event Schedule

Saat ini tidak ada agenda

News & Info
Online Support

Customer SupportCustomer Support

Honey Congress AdministratorHoney Congress Administrator

More Info
Pengunjung Web
Hari ini0
Minggu ini75
Bulan ini985
Sepanjang masa178.016