Epidemiologi Bee Product

Latar Belakang

Bahwa saat ini penelitian bahan alam berbasis perlebahan di Indonesia semakin banyak disamping itu sebaran masyarakat  yang membutuhkan produk perlebahan semakin tinggi terkait dengan kesehatan masyarakat. Penyakit non generative dan generative saat ini sangat banyak / meningkat (3 tahun) terakhir ini, untuk itu perlu dilakukan kajian pengembangan bee product berbasis masyarakat dan ilmuwan serta stick holder.

Tujuan

•Memberikan alternative secara komperhensif
•Mengamati kebutuhan masyarakat akan bee product
•Memecahkan masalah berbasis bee product

Banyak factor yang mempengaruhi penyakit generative dan non generative yang tidak bisa dikendalikan untuk itu dibutuhkan alternative dan kesehatan berbasis bahan alam. Penyakit – penyakit tersebut dapat dihindari dengan mengetahui lebih dalam epidemiologi serta masalah terkait penyakit generative dan non generative yang berbasis new emerging disease dan emerging disease.

  Gambaran permasalahan penyakit di atas berdasarkan animo orang memanfaatkan MLM (Multi Level Marketing) bee product dan direct selling bee product di masyarakat sangat tinggi sehingga dibutuhkan penguatan bee product yang standar sesuai hasil riset para peneliti.

Karakteristik masyarakat pemakai bee product ternyata tersegmen ke seluruh usia.

  Epidemiologi ini akan dibahas secara spesifik ke dalam pemahaman proses pembuatanya dan hasil yang didapat, sebelumnya perlu dipahami juga jenis – jenis tanamanya, lebahnya, areanya dll yang dilakukan pada tahap awal.

Jenis jenis tanaman yang di sukai lebah 

  Berikut daftar tabel List atau senarai nama bunga yang ada madunya dan pollen sebagai pakan kesukaan lebah madu, juga resin sebagai bahan penyusun propolis lebah. hampir semua tumbuhan yang berbunga dari tanaman perdu, buah buahan, perkebunan dan tanaman hutan merupakan pakan lebah madu untuk semua jenis lebah entah trigona lebah madu ternak atau lebah hutan liar.

  Dibawah ada istilah nektar ekstra floral atau embun madu artinya adalah nektar yang berasal selain dari bagian bunga. artinya bisa dari pucuk atau di sela-sela pangkal daun seperti pada akasia mangium, akasia auryculiformis, dll.

Ket :
N = NEKTAR P = POLLEN,
E = NEKTAR EKSTRA FLORAL, R = RESIN.


1. Randu = NP

2. Kaliandra merah = NP

3. kapas = NP

4. durian = NP

5. rambutan = NP

6. aren = P

7. Jagung = P

8. kedelai = NP

9. Matoa = NP

10. Mangga = NPR

11. Apel = NP

12. Belimbing manis = N

13. Kelengkeng = NP

14. Jeruk = NP

15. kelapa = NP

16. Kopi = NP

17. sawit = P

18. wijen = NP

19. Bunga matahari = NP

20. alpukat = NP

21. anggur = NP

22. Kangkung = N

23. Ketimun = N

24. Pare = N

25. Petai = P

26. Lamtoro = P

27. Jengkol = P

28. Labu siam = N

29. kol/kubis = NP

30. Mahoni = NP

31. Eucaliptus, pelita = N

32. Sono keling = NP

33. Karet = ER

34. Acacia Mangium = EPR

35. Acacia Auriculyformis = EPR

36. Ketapang = E

37. Kesambi = NP

38. Jenitri = N

39. Bakau = NP

40. Jarak pagar = NP

41. Jarak batavia = NP

42. Airmata pengantin = NP

43. xantos temon = NP

44. Soka = P

45. Kenikir = P

46. Kemangi = NP

47. Bayam = P

48. Pisang = NP

49. Keluwih = R

50. Sukun = R

51. Jambu air = NP

52. Jambu Biji = P

Jenis – Jenis Lebah Madu

  Lebah madu adalah serangga sejenis lebah yang dikelompokkan dalam genus Apis. Lebah madu ini mampu memproduksi madu yang dihasilkan dari nektar bunga. jenis-jenis lebah madu yang sudah ditemukan didunia sampai saat ini ada 8 spesies jenis lebah madu. Dari ketujuh jenis tersebut, 7 jenis diantaranya dijumpai di Indonesia.

  Asia Tenggara (termasuk Indonesia) dan Asia Selatan diyakini sebagai pusat asal (center of origin) Lebah Madu. Dari delapan spesies Lebah Madu (Apis sp) tersebut, hanya satu jenis saja yang menjadi hewan asli selain Asia. Meskipun saat ini berbagai jenis lebah madu telah tersebar di hampir seluruh dunia.

Dari 8 jenis Lebah Madu yang dijumpai hidup di Indonesia, hanya satu jenis saja yang merupakan jenis introduksi (bukan hewan asli Indonesia).

Adapun 8 jenis Lebah Madu tersebut adalah :

1.Apis andreniformis (Black Dwarf Honey Bee)

Lebah madu ini adalah hewan asli Asia tropis dan subtropis, termasuk China bagian tenggara, India, Burma, Laos, Vietnam, Malaysia, Indonesia, dan dan Filipina (Palawan). Di Indonesia jenis lebah ini dijumpai di pulau Jawa dan Kalimantan.

2. Apis cerana ( Lebah Madu Timur /Asiatic Honey Bee

Jenis ini memiliki daerah sebaran di Asia Tenggara dan Selatan. Dapat ditemui di China, Pakistan, India, Korea, Jepang, Malaysia, Nepal, Bangladesh, Papua Nugini, Kepulauan Solomo, dan Indonesia. Di Indonesia merupakan lebah asli pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Lombok. Pun diintroduksi ke pulau Sulawesi dan Papua.

3. Apis dorsata ( Lebah Madu Raksasa )

Lebah jenis ini asli mendiami Asia tenggara dan Asia Selatan seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, India, dan Nepal. Di Indonesia hidup hampir di seluruh wilayah kecuali di pulau Papua.

4. Apis koschevnikovi (Lebah Madu Merah )

Lebah Madu Merah merupakan lebah madu yang mendiami Malaysia dan Indonesia (Jawa, Sumatera dan Kalimantan). Namun diyakini jenis ini sudah tidak ditemukan lagi di pulau Jawa.

5. Apis nigrocincta

dan Lebah Madu jenis ini hanya mendiami Filipina (Mindanau) dan Indonesia (Kepulauan Sangihe dan Sumatera).

6. Apis mellifera ( Lebah Madu Barat /Western Honey Bee )

Apis mellifera  adalah lebah yang daerah penyebaranya hampir menyeluruh didunia pada habitatnya. lebah jenis ini merupakan hewan asli asia, afrika, australia, hngga eropa, dan sudah banyak dibudidayakan di negara-negara tersebut. namun apis mellifera bukan asli indonesia ,dan  indonesia banyak mengimpor lebah jenis ini dari benua australia. penyebaranya diindonesia meliputi daerah jawa, sumatera, sulawesi, dan papua.

apis mellifera merupakan penghasil madu terbanyak dari semua jenis lebah lainya.

7. Apis florea (Lebah Madu Kerdil /Red Dwarf Honey Bee)

Adalah satu-satunya jenis Lebah Madu yang tidak terdapat di Indonesia. Secara alami tersebar di Oman dan sekitarnya.

8. Apis Trigona (Lebah Klanceng)

Lebah klanceng (Apis Trigona) merupakan jenis lebah madu yang paling banyak dipelihara secara tradisional oleh masyarakat pedesaan sekitar kawasan hutan se-Indonesia.

Lebah ini tidak memiliki sengat dan tidak ganas. Ukurannya sangat kecil dengan fungsi sebagai penyerbuk bunga-bunga kecil. Dalam bahasa Jawa, Apis Trigona disebut malam klanceng atau lonceng, teuweul (Sunda).

Lebah ini menghasilkan madu dan lilin yang diproduksi sangat kecil, rasanya asam dan sering dipakai untuk obat sariawan. Sedangkan lilinnya dipakai untuk membatik. Lebah pekerjanya berwarna hitam, berkepala besar dan berahang tajam untuk menggigit musuh bila diganggu.



Dipublikasikan di http://rumahlebah.com/index.php?p=news&action=shownews&pid=14 pada tanggal 16 Januari 2018